Kamis, 27 Januari 2011

Aku masih ingat

Aku belajar banyak hal, salah satunya belajar tentang hidup. Entah itu belajar sendiri, berdua denganmu atau saat aku private dengan Tuhan. Banyak pelajaran yang sampai sekarang juga aku masih mempelajarinya.

Aku masih ingat saat aku masih kecil, masih terlalu kecil untuk mengambil beberapa mainan yang ibu letakkan di atas meja. Dan aku juga masih ingat saat aku beranjak remaja, ketika ayah mengizinkanku untuk boleh meminum kopi, aku juga ingat betapa pahitnya kopi jika tidak memakai gula.

Aku masih ingat saat aku beranjak 16 tahun, ketika aku bangga sampai rumah jam 11 malam. Tapi aku juga ingat saat keesokanya aku dimarahi ayah dan disuruh berjanji untuk tidak sampai rumah diatas jam 9 malam.

Dan aku juga masih ingat saat aku belajar tentang kehidupan denganmu, salah satunya belajar tentang rasa sayang. Rasa sayang yang tidak usah dipelajari lagi ketika menyayangi ibu.

Rasa sayang yang bisa datang kapan saja. Seperti saat aku bersamamu atau saat kita hanya bertemu dalam maya-maya yang nyata. Rasa sayang yang tidak memandang kamu siapa dan kenapa aku bisa sayang kepadamu. Rasa sayang yang tidak memilih atau menawar berapa rasa sayang yang akan kuberikan denganmu, entah untuk nanti, besok, besoknya atau sampai kapanpun. Aku hanya bisa bersyukur kalau Tuhan memberikanku rasa sayang yang bisa kubagi denganmu. Tugasku hanya berdoa "Tuhan, pertahankan rasa sayang ini biar kubagi terus kepadanya". Tak peduli walaupun kamu tidak seperti aku, atau kamu sudah dikatakan beruntung hidup dengan dia, atau kamu yang diujung sana sudah lupa akan hal lalu. Tapi aku akan sangat senang jika kamu akan terus mengajariku banyak hal. Entah saat aku mencoba belajar menyayangi orang itu untuk menjadi teman, bukan lebih. Belajar menyayangi sesuatu hal yang Tuhan beri agar aku menikmatinya sebagaimana porsinya. Tidak lebih dan tidak kurang. Belajar jika sesuatu itu tidak selalu menyenangkan kalau melebihi yang diberikan. Belajar kalau "memaksa" itu adalah suatu hal yang salah. Dan aku juga belajar kalau senyuman itu tidak selalu mengiringi berjalanya akhiran.


emang jarang jarang sih ya gue ngepost notes yang mendayu gini. tapi dibalik gue yang demen banget sama humor, di notes facebook gue juga banyak tulisan-tulisan yang bahasanya beda sama yang ini =>



By : naya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar