“meski waktu datang dan berlalu,
kau takkan lekang dan terganti, selamanya” lagu “Selamanya” –OST dari film
Kambing Jantan mengiringi selama gue nulis.
Mungkin itu kata-kata cuma
berlaku di dunia neverlandnya Peterpan kali ya. hmm atau mungkin buat pasangan
suami istri yang bener-bener jodoh dan emang cocok dari mereka awal ketemu
sampai punya rumah tangga sendiri. Kata-kata kayak gitu tuh kalo gak diucap dari
hati ya bullshit namanya. Yang tua aja, hidup bertahun-tahun bisa cerai. Tapi
suka heran aja banyak abg atau abg baru mau dewasa yang kalau pacaran itu lebay
abis. Kayak ada lah temen gue yang belom juga sebulan pacaran tapi udah
menganggap pasangan hidupnya itu buat selamanya sampai mati, “he/she is the
real for me” “he/she is my true love” astagaaaaaaaa tau apa sih lo tentang true
love? Kayak pasangan lo itu udah mapan aja. Buat ngedate aja pasti kan masih
minta uang orang tua.
Apalagi kalau udah annive ke
berapa gitu ambil contoh annive ke2 bulan deh. Kayaknya tuh seperti anniversary
ke 32thn, yang mereka udah punya anak, dan anak-anaknya itu udah pada sukses
dan hidup tua mereka udah tinggal diem di rumah, bahagia, pas mati ngasih
warisan banyak. Gak gitu.
Sama ‘dia’ selamanya itu kan gak
musti harus berlama-lama di kehidupan nyata. Emang sih, rasa sayang itu gak
bisa lepas dari perasaan untuk memiliki. Rasa sayang yang true kalo menurut
gue, membiarkan dia bahagia selamanya walaupun gak sama kita. ya gak muna juga
sih kalau kita pada dasarnya lebih kepingin dia juga selamanya untuk kita. Tapi
yang gue liat disekitar dan yang gue alami, buat apa selamanya kalau sebentar
aja dia gak bahagia, dia sayang, tapi untuk apa kalo itu gak membuat dia bahagia.
Jadi jatohnya emmm kayak gak sempurna aja gitu.
“meski waktu datang dan berlalu,
kau takkan lekang dan terganti” mungkin kau akan terganti, namun kau takkan
lekang, selamanya J.
Kalo ini versi gue, gimana kalo versi lo? #-______-

Tidak ada komentar:
Posting Komentar